Doa ketika Melihat Ka’bah

Memasuki bulan Dzulhijah, jamaah haji dari Indonesia, maupun negara lainnya mulai berdatangan ke kota suci Makkah untuk melaksanakan ibadah haji. Bagi orang yang belum pernah melaksanakan haji tentu ibadah yang satu ini memiliki kesan istimewa dalam hidupnya.
Melihat sesuatu secara langsung dan tidak langsung, tentunya berbeda. Begitupun dengan melihat Ka’bah. Saat melihat sesuatu yang indah maka kita dianjurkan untuk bertasbih memuji sang Tuhan yang menciptakan segala sesuatu.
Dalam kitab Tuhfatu al-Ahwadziy bi Syarh Jâmi’ at-Tirmidzi Imam Abdurrahman al-Mubârakfûri menyebutkan:
روى الشافعي في مسنده عن ابن جريج أنّ النبيّ صلى الله عليه وسلم كان إذا رأى البيت رفع يديه، وقال:
اللَّهُمَّ زِدْ هَذَا الْبَيْتَ تَشْرِيفًا وَتَعْظِيمًا وَتَكْرِيمًا وَمَهَابَةً وَزِدْ مَنْ شَرّفَهُ وَكَرّمَهُ مِمَّنْ حَجَّهُ وَاعْتَمَرَهُ تَشْرِيفًا وَتَكْرِيمًا وَتَعْظِيمًا وَبِرًّا
Imam Syafi’i meriwayatkan dalam musnadnya dari Ibnu Juraij, bahwa Nabi Muhammad ﷺ jika melihat Ka’bah, maka beliau mengangkat kedua tangannya dan berdoa:
Allahumma zid hâdzal baita tasyrîfan wa ta‘dzîman wa takrîman wa mahâbatan wa zid man syarafahu wa karamahu mim man hajjahu awi’tamarahu tasyrîfan wata’dzhîman watakîman wabirran.
(Ya Allah, tambahkan lah kemuliaan, kehormatan, keagungan dan kehebatan pada Baitullah ini dan tambahkanlah pula pada orang-orang yang memuliakan, menghormati dan mengagungkannya diantara mereka yang berhaji atau yang berumroh padanya dengan kemuliaan, kehormatan, kebesaran dan kebaikan).”
Hadits yang berisi doa diatas dikomentari oleh al-Hafidz Ibnu Hajar dalam kitab al-Talkhis:
وهو معضل فيما بين ابن جريج والنبي صلى الله عليه وسلم
Ini termasuk riwayat mu’dhal (dua rawi atau lebih gugur, red) ntara Ibnu Juraij dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. (Imam Abdurrahman al-Mubârakfûri, Tuhfatu al-Ahwadziy bi Syarh Jâmi’ at-Tirmidzi, Syirkah al-Quds, Kairo, cetakan kedua tahun 2013, juz 3, halaman 48)
Meski demikian, Imam Syafi’i mengatakan setelah meriwayatkan hadis diatas:
ليس في رفع اليدين عند رؤية البيت شيء فلا أكرهه ولا أستحبّه
“Mengangkat tangan ketika melihat Ka’bah bukanlah apa-apa, maka aku tidak memakruhkannya, juga tidak mensunnahkannya. (Imam Abdurrahman al-Mubârakfûri, Tuhfatu al-Ahwadziy bi Syarh Jâmi’ at-Tirmidzi, Syirkah al-Quds, Kairo, cetakan kedua tahun 2013, juz 3, halaman 48)

Maka dapat diambil kesimpulan dari perkataan imam Syafi’i bahwa mengangkat tangan saat melihat Ka’bah bukanlah suatu hal yang makruh, juga bukan sunnah. Demikian permasalahan mengangkat tangan ketika melihat Ka’bah. Adapun doa ketika melihat Ka’bah, dari kandungannya saja kita dapat melihat bahwa doa itu baik untuk kita amalkan. Wallahu a’lam.

Sumber : http://www.nu.or.id

Yuk, Share kepada sahabat Kalian !!!

10 Balasan untuk “Doa ketika Melihat Ka’bah”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *