Sebelum Berangkat Umroh, Inilah yang Harus Kamu Tahu !!!

Sebelum melakukan perjalanan ibadah umroh tentu Anda harus mengetahui terlebih dahulu secara mendalam tentang pengertian ibadah umroh, hukumnya, persyaratan, dan rukun umroh itu sendiri. Karena mengingat beberapa jamaah masih banyak yang belum memahami dan mengetahui secara mendalam apa itu pengertian umroh. Syarat umroh dan rukunnya.

Hukum Ibadah Umroh

Hukum dari ibadah umroh menurut yang telah disampaikan Allah dalam Al Qur’an dan Hadits ialah;

  • Pada Al Qur’an surah Al-Baqarah ayat 196:

“Sempurnakanlah ibadah Haji dan Umroh Karena Allah”.

  • Menurut Hadis Nabi Muhammad SAW

“Ialah ibadah umroh dari satu umroh ke ibadah umroh yang berikutnya adalah sebagai penghapus dosa”.

Pengertian dari Umroh

Umroh Merupakan perjalanan mengunjungi Ka’bah untuk menjalani serangkaian ibadah (Thawaf & Sa’i Tahallul) dengan persyaratan dan ketentuan yang dimana telah disampaikan di Al-Qur’an dan juga Sunnah Rasulullah SAW.

Hukum Melaksanakan Ibadah Umroh

Ibadah umroh hukumnya adalah Sunnah untuk setiap umat muslim yang mampu melaksanakannya, baik secara materi dan juga non-materi. Ibadah umroh dapat di laksanakan kapan saja kecuali pada hari Arafah yaitu pada tanggal 10 Zulhijjah juga di hari tasrik tanggal 11, 12 & 13 Zulhijjah.

Sebagian dari para ulama berpendapat dalam melaksanakan ibadah umroh hukumnya adalah wajib atau fardu bagi orang muslim yang belum pernah melaksanakannya, sementara dia mampu untuk melakukan ibadah umroh. Namun demikian ada juga dari para ulama mengatakan ibadah umroh hukumnya Sunnah mu’akkad (sunnah yang sifatnya sangat dianjurkan untuk dikerjakan).

Dari sebuah hadis di riwayatkan oleh Imam Muslim mengatakan yakni dalam melaksanakan ibadah umroh pada bulan Ramadhan nilainya sama seperti menjalani ibadah haji.

Adapun syarat umroh, ialah =

  1. Islam
    ibadah umroh ini merupakan salah satu ibadah dalam agama islam. Berumrohpun memang bagi orang muslim yang mampu, sedangkan bagi orang non-muslim tentu saja hal ini tidak disyariatkan.
  2. Berakal
    Umroh disyariatkan bagi muslim yang berakal sehat. Tidak diperintahkan umroh bagi orang gila dan tidak sah umroh yang dilakukan oleh orang gila.
  3. Istitaah
    Istitaah artinya mempunyai kemampuan dari segi fisik, biaya maupun keamanan.
  4. Baligh
    Telah mencapai usia Baligh adalah salah satu rukun umroh. Oleh karena itu anak kecil yang belum baligh tidak disyariatkan melaksanakan umroh.
  5. Merdeka.

Bukan dari salah seorang dari hambah sahaya (budak)  karena ibadah umroh ini memerlukan waktu yang panjang yang dikahawatirkan kepentingan tuannya akan terbengkalai.

Rukun Ibadah Umroh

  1. Ihram.
    memakai pakaian ihram, bagi laki laki adalah terdiri dari 2 lembar kain yang tidak berjahit. 1 helai melilit mulai pinggang sampai bawah lutut. sehelai lagi diselempangkan mulai dari bahu kiri kebawah ketiak kanan. Jamaah umroh laki-laki  tidak boleh mengenakan celana, kemeja, tutup kepala dan juga tidak boleh menutup mata kaki.
    Bagi wanita pakaian ihram lebih bebas tetapi disunatkan yang berwarna putih, yang penting menutup seluruh tubuh, kecuali wajah dan telapak tangan mereka, dan tidak ada jahitan. Lengan baju mesti sepanjang pergelangan tangan Kerudung yang digunakan harus panjang, tidak jarang serta menutupi bagian Dada Baju, gaun atau rok harus sepanjang Tumit Memakai Kaos kaki Sepatu sebaiknya tidak bertumit dan terbuat dari karet.
  2. Tawaf
    adalah mengelilingi Baitulloh/kabah sebanyak 7 kali
  3. Sai.
    Sai dilakukan dari sudut shafa menuju Marwah (dihitung satu kali) dan dari Marwah kembali ke Shafa dihitung satu kali.
    Semuanya dilakukan tujuh kali putaran. Sai berawal dari shafa dan akan terakhir di marwah.
  4. Tahalul.
    Tahalul artinya bercukur sebagian dari rambut di kepala. biasanya dikerjakan setelah selesai sai, tanda bahawa kita telah sempurna melakukan umroh.
  5. Tertib
    tidak membuat kegaduhan

Sedangkan Wajib Umroh

  1. Ihram (Niat Ihram dari Miqot)
  2. Meninggalkan yang dilarang dalam ihram sahberikut ini larangan ihrom bagi jamaah umroh :
    Bagi laki-laki:
    1. Berpakaian yang berjahit
    2. Memakai sepatu yang menutupi mata kaki
    3. Menutup kepala yang sifatnya melekat di kepala seperti topi (payung diperbolehkan)

    Bagi wanita:
    1. Berkaos tangan (menutup telapak tangan)
    2. Menutup muka (bercadar)

    Bagi laki-laki dan wanita:
    1. Memakai wangi-wangian (kecuali yang dipakai sebelum ihram dan sudah kering sebelum berpakaian ihram)
    2. Memotong kuku dan bercukur atau mencabut bulu badan
    3. Memburu, menganggu atau membunuh hewan dengan cara apapun
    4. Memotong atau merusak pepohonan tanah haram
    5. Meminang, menikah atau menikahkan serta bersaksi
    6. Bercumbu atau berjimak suami istri
    7. Mencaci, bertengkar atau mengucapkan kata-kata kotor

  3. Melaksanakan Tawaf Wada.

Tawaf wada adalah tawaf perpisahan sebelum kembali ke tanah air. Setelah Tawaf Wada kita dilarang kembali ke Masjidil Haram dan Kabah. Oleh karena itu biasanya Tawaf wada dilaksanakan dini hari setelah tahajud kemudian bisa dilanjutkan sholat subuh berjamaah. Setelah itu jamaah umroh bisa berkemas perlengkapan umrohnya untuk pulang ke tanah air.

Langkah atau Urutan Dalam Melakukan Kegiatan Umroh

  • Berangkat menuju Miqat
  • Mandi dan kemudian menggunakan pakaian ihram di Miqat atau juga boleh di lakukan di tempat penginapan sebelum pergi menuju Miqat
  • Menggunakan pakaian ihram dan melaksankan sholat sunnah ihram 2 raka’at, sangat dianjurkan dalam sholat sunnah ihram, setelah membaca surah al-fatihah lalu membaca surah al-kafirun pada raka’at pertama selanjutnya membaca surah al-ikhlas pada raka’at ke-2
  • Melafadzkan niat ibadah umroh nawaitul ‘Umrota wa ahromtu bihaa lillahi ta’ala’ atau minimal dengan membaca ‘Labbaikallahu umrotan
  • Selanjutnya seluruh para jamaah diajak menuju Makkah oleh ustad pembimbing dengan melalui perjalanan kurang lebih sejauh 450km dengan menggunakan pakaian ihram dan sambil melantunkan bacaan talbiyah sebanyak-banyaknya selama perjalanan sampai masuk ke Kota Makkah
  • Sesampainya kembali di tempat penginapan peserta umroh menata barang bawaan dan jamaah tetap harus mengenakan pakaian ihram
  • Setelah itu menuju Masjidil Haram yang tetap mengenakan pakaian ihram dan diusahakan saat memasuki Masjidil Haram melalui pintu Baabussalam. Dengan melihat Ka’bah dan melintas makam Nabi Ibrahim AS sambil berdoa dan kemudian menuju rukun Hajar Aswad
  • Melakukan thawaf atau mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 kali
  • Setelah selesai melakukan sa’i yang berakhir dibukit Marwah, lalu melakukan Tahallul yaitu memotong rambut minimal tiga helai rambut
  • Maka selesai lah kegiatan atau langkah-langkah ibadah umroh, jamaah dihalalkan atau dibebaskan dari peraturan larangan selama melaksanakan ihram, maka dibolehkan melepas pakaian ihram dan kembali mengenakan pakaian seperti biasanya

Semoga Allah memudahkan kita untuk terus beramal sholih dan dimudahkan untuk melaksanakan umrah maupun haji ke Baitullah. Wallahu waliyyut taufiq

 

Yuk, Share kepada sahabat Kalian !!!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *